IPV6 READINESS SURVEY: THE CASE OF INDONESIAN ORGANIZATIONS

Dedy, Syamsuar (2022) IPV6 READINESS SURVEY: THE CASE OF INDONESIAN ORGANIZATIONS. IPV6 READINESS SURVEY: THE CASE OF INDONESIAN ORGANIZATIONS.

[img]
Preview
Text
ICIBA paper 2015 - Dedy Syamsuar & Peter Dell.pdf

Download (155kB) | Preview
Official URL: https://www.binadarma.ac.id

Abstract

Recently, the Internet has become a crucial part of human life where various sectors depend on the technology. With the significant development of the Internet, the IPv4 as common IP address standard is predicted not able to accommodate the Internet and internet-based technologies growth. Then, the IPv6 was introduced in 1998 as a de facto standard to overcome the problems of IPv4. Although IPv6 technology has been available for decades, however, it has not yet become widely implemented. This empirical study investigates Indonesian organizations readiness for IPv6. Currently, Indonesia is the fourth largest country in the world, and the allocation of IP address to the country is extremely small, compared to the total population and other major countries. Surveying wide range organizations in Indonesia, the result indicates that although there is high awareness among the organizations and they believe IPv6 is important, IPv6 is perceived less urgent to be implemented. Consequently, the organizations don’t put a lot of preparation for five readiness criteria, namely training, planning, assessment the current environment, policy and IPv6 deployment. Dewasa ini, Internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia dengan tingginya ketergantungan akan teknologi tersebut. Akibat perkembangan yang significant tersebut telah membuat IPv4 yang umum digunakan saat ini diprediksi tidak mampu mengakomodir pertumbuhan Internet ataupun teknologi lain yang berbasis Internet. IPv6 kemudian diperkenalkan sebagai standard satu-satunya sebagai pengganti untuk mengatasi permasalahan IPv4. Meskipun telah berberapa dekade keberadaannya, IPv6 belum diimplementasikan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan organisasi di Indonesia terhadap IPv6. Indonesia merupakan negara terbesar ke 4 di dunia, akan tetapi memiliki alokasi IP yang terbilang kecil (sekitar 18 juga alamat IP) jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya dan negara-negara utama lain. Hasil penelitian menunjukkan meskipun tingkat kepedulian cukup tinggi dan organisasi yang berpartisipasi percaya akan pentingnya IPv6, tetapi mereka beranggapan IPv6 tidak mendesak untuk diimplentasikan. Akibatnya, organisasi tersebut minimal atau bahkan tidak melakukan persiapan dalam lima kriteria yang diinvestigasi yaitu pelatihan, perencanaan, evaluasi kondisi terkini, kebijakan dan status penerapan IPv6.

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Mr Edi Surya Negara
Date Deposited: 22 Jun 2022 00:59
Last Modified: 22 Jun 2022 00:59
URI: http://eprints.binadarma.ac.id/id/eprint/14172

Actions (login required)

View Item View Item